Review : Aplikasi “Just Rain”

Halo, rek. Yak opo kabare?

Wah nggak tak sangka lama sudah saya gak buka buka blog ini. Lebih dari setahun pula. Semoga masih bisa nulis dengan gaya tulisan tulisan sebelumnya.

Sekadar untuk mengasih tahu. Selama ini saya kemana. Sudah pindah domisili (nggak ndek Suroboyo). Sudah jarang begadang opo maneh ngopi nek warkop. Wah jadi kangen sama arek arek konco ngopi ndek warkop Jln. Arjuno, lan warkop ndek daerah Suroboyo. Wes cukup nostalgiane. Balik ke judule.

Seperti judul tulisan ini. Saya akan review aplikasi nyeleneh (menurut saya) dan sangat sederhana. Gak ribet cara penggunaannya. Hanya cukup “tap” dilayar saat aplikasi sudah dibuka.

Nama aplikasi “Just Rain” kalian bisa download di Google Play Store atau bisa via Link Ini. Aplikasi besutan Roby Soft yang menurut saya keren dan sederhana ini memang bagus, ya bagus dari sebuah idenya. Ide yang sederhana yang hanya dari suara gemericik hujan, bisa ngilangin rasa stres, tegang, panik, dsb. Bisa juga untuk penghantar tidur, agar tidurnya nyenyak dan mimpi ini, kalau dalam bahasa jawa, udane deres, turune angngler (kurang lebih artinya, kalau hujannya deras, buat tidur itu enak/nyaman dan nyenyak).

Sudahlah, langsung saja ke tangkapan layar di handphone saya.

Cara penggunaanya cukup tap saja pada layar handphonenya. Jika kita ingin suara gemericik hujanya masih kecil (gerimis) cukup tap bagian yang atas. Kalau ingin suaranya yang sedang, cukup tap dibagian tengah. Nah, untuk suara hujan yang deras, cukup tap bagian yang bawah. Seperti gambar diatas, tampilan gambar hujan ringan (atas) hujan sedang (tengah) hujan deras (bawah).

Sudah, mending langsung download sendiri saja dan rasakn betapa nikmatnya suara hujan yang tidak basah. Oya, untuk lebih kaffah menikmatinya, jangan lupa pasang Earphone ya. Sekian dan terima kasih.

Nitee… 😄

Iklan

Sunnah Nabi?

Sunnah Nabi.

Sunnah : kebiasaan, yang biasa dilakukan, meliputi ucapan tindakan dll. (Mbuh artikno dewe).
Nabi : wes podo weruh to? Nek gak weruh yo bangeten!

Sunnah Nabi berarti, kebiasaan yang dilakukan oleh Nabi. Sing biasane di lakoni ambek Nabi. (Aku juga ndak tau beliau ngelakuin apa aja).

Dan banyak yang sepakat kalau Nabi SAW ini, sebagai Nabi terakhir dan penutup. Ada yang tidak sepakat? *nggak usah ujuk jari kalau sungkan*

Dan untuk jaman seperti sekarang, yang notabenya sudah bukan jaman Nabi (zaman ke-Nabi-an), kok yo masih banyak yang menganjurkan Sunnah Nabi? Tujuannya kira kira apa ya?
1. Apakah Sunnah Nabi untuk menyaingi Nabi itu sendiri?
2. Atau yang paling ngetop Sunnahnya bakalan diangkat menjadi Imam Al-Mahdi? Atau banyak lagi.

Selepas dari Sunnah Nabi. Seperti yang saya ketahui (halah sok tau) yois tak ganti seperti yang pernah saya baca, quran (opo isoh moco arab ye, mas?) *ura, blas!

“Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta Alam.” Dan secara eksplisit (opo iki) didalam hadist dust dest dost. “Nabi diutus untuk menyempurnakan ahklak.”
Jadi pertanyaan lagi.
Kenapa kok yang dikedepankan malah Sunnah Nabi? Kenapa tidak Ahklak Nabi aja? Sunnah dan Ahklak kan sama, mas! Ohh, ya? Apakah Sunnah dan Ahklak itu sama? Ahh semakin banyak pertanyaan saja. *guyu ambek mlengos*

Selamat berlomba lomba untuk menjadi nabi nabi yang keren. Jangan lupa sarapan, yes! 👻✌

View on Path