Sunnah Nabi?

Sunnah Nabi.

Sunnah : kebiasaan, yang biasa dilakukan, meliputi ucapan tindakan dll. (Mbuh artikno dewe).
Nabi : wes podo weruh to? Nek gak weruh yo bangeten!

Sunnah Nabi berarti, kebiasaan yang dilakukan oleh Nabi. Sing biasane di lakoni ambek Nabi. (Aku juga ndak tau beliau ngelakuin apa aja).

Dan banyak yang sepakat kalau Nabi SAW ini, sebagai Nabi terakhir dan penutup. Ada yang tidak sepakat? *nggak usah ujuk jari kalau sungkan*

Dan untuk jaman seperti sekarang, yang notabenya sudah bukan jaman Nabi (zaman ke-Nabi-an), kok yo masih banyak yang menganjurkan Sunnah Nabi? Tujuannya kira kira apa ya?
1. Apakah Sunnah Nabi untuk menyaingi Nabi itu sendiri?
2. Atau yang paling ngetop Sunnahnya bakalan diangkat menjadi Imam Al-Mahdi? Atau banyak lagi.

Selepas dari Sunnah Nabi. Seperti yang saya ketahui (halah sok tau) yois tak ganti seperti yang pernah saya baca, quran (opo isoh moco arab ye, mas?) *ura, blas!

“Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta Alam.” Dan secara eksplisit (opo iki) didalam hadist dust dest dost. “Nabi diutus untuk menyempurnakan ahklak.”
Jadi pertanyaan lagi.
Kenapa kok yang dikedepankan malah Sunnah Nabi? Kenapa tidak Ahklak Nabi aja? Sunnah dan Ahklak kan sama, mas! Ohh, ya? Apakah Sunnah dan Ahklak itu sama? Ahh semakin banyak pertanyaan saja. *guyu ambek mlengos*

Selamat berlomba lomba untuk menjadi nabi nabi yang keren. Jangan lupa sarapan, yes! 👻✌

View on Path

Iklan

Alasan Sholat Boleh di Langgar.

Sholat di langgar? Sangat boleh.

Bagi orang jawa, harusnya sudah tidak asing lagi dengan kata langgar. Bagi yang belum tahu kata langgar. Silakeun kalau mau membaca sebentar.

Langgar (dalam bahasa jawa) juga disebut mushala atau masjid adalah tempat bersujud dalam makna khususnya. Dan dalam makna luasnya adalah tempat beribadah, khususnya beragam islam. *sebenarnya beragama apa saja boleh asal niatnya beribadah* *kalo niatnya mainan gitar, atau dakon, yo gak pantes to, rek rek*

Etimologi kata langgar.

Jaman dahulu kala, saat dimana para penyebar agama yang konon katanya sutci, yang jauh nun disana *sambil nunjuk ke arah sanaaaaaaa* mengajarkan tata cara sembahyang dan budaya yang dibawanya dari sana, dikarenakan berbeda dengan tata cara sembahyang dan budaya nya orang jawa kunyo, menganggap apa yang dibawa mereka (penyebar agama sutci) itu me-LANGGAR adat budaya jawa pada saat itu. Dan mulai saat itulah istilah langgar mulai pupoler hingga saat ini untuk menyebut nama tempat ibadahnya agama sutci. Kalau katanya sabdo palon naya genggong, ada saatnya dimana “agama budi” akan kembali menaungi Nusantara. Ntahlah, budi yang dimaksud itu budi darimana atau budi siapa. *tit* tekan kene wae, ndak kebablasen.

Peringatan :
Tulisan ini ditulis oleh orang awam yang tak kunjung faham. Bukan berati tidak faham, ataupun lebih faham. Hanya ingin belajar memahami semesta alam. Dan tulisan ini di sharing langsung ke https://pupotku.wordpress.com

Trims.

View on Path